BEKASI – Buru Fakta News - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan secara resmi bahwa proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek telah dinyatakan selesai.
"Mekanisme pencarian dan evakuasi utama telah kita tutup," ujar Syafii di lokasi kejadian.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa personel masih akan tetap berada di lokasi selama proses pembersihan material dan perbaikan sarana transportasi berlangsung. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi.
"Tim tetap bersiaga selama proses pemindahan dan pembersihan bangkai kereta api yang rusak berat dilakukan," tambahnya.
Prosedur Identifikasi Tetap Dijalankan
Syafii menegaskan, apabila dalam proses pembersihan sisa material atau bangkai kereta nanti ditemukan sisa jasad atau bagian tubuh sekecil apa pun, tim medis dan forensik siap melakukan penanganan sesuai prosedur operasional standar.
"Jika ditemukan bagian tubuh sekecil apa pun, kita akan segera lakukan proses identifikasi medis secara lengkap," tegasnya.
Dari hasil evakuasi di titik yang mengalami kerusakan paling parah, yaitu gerbong khusus perempuan, Basarnas mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang ditemukan di area tersebut berjenis kelamin perempuan.
"Kami pastikan, dari data terakhir yang kami terima, tidak ditemukan adanya korban anak-anak dalam daftar evakuasi ini," pungkasnya.(Red)