BREAKING NEWS
Selamat datang di Portal Berita Anda | Media terpercaya | Informasi aktual setiap hari

Mahasiswa KKN Universitas Bojonegoro Peta Potensi Dan Permasalahan Desa Kolong

Bojonegoro - Buru Fakta News - 10 Juni 2026 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) 11 Universitas Bojonegoro melakukan kunjungan dan pengumpulan data awal di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memetakan kondisi riil desa sebagai dasar penyusunan program kerja yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
 
Kedatangan tim mahasiswa disambut langsung oleh Sekretaris Desa Kolong, Fungky, S.Si. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan arahan sekaligus memaparkan gambaran umum mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayahnya.
 
Menurut penjelasannya, Desa Kolong terbagi menjadi dua dusun, yaitu Dusun Kolong dan Dusun Kedungingas, yang terdiri dari 24 Rukun Tetangga (RT) dan 4 Rukun Warga (RW). Secara keseluruhan, desa ini dihuni oleh 3.367 jiwa dengan latar belakang yang beragam namun tetap terjaga kerukunannya.
 
“Kerukunan antarwarga di Desa Kolong terjalin dengan sangat baik. Warga yang menganut agama Islam, Kristen, dan Katolik hidup berdampingan secara damai. Begitu pula dengan keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, maupun Ashiddiqiyah, semuanya saling menghormati dan bekerja sama,” jelas Fungky.
 
Selain menggali data kependudukan, tim KKN juga mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Sektor pertanian masih menjadi mata pencaharian utama mayoritas warga. Di samping itu, terdapat embung yang sudah dimanfaatkan sebagai lokasi wisata pemancingan, serta sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di berbagai wilayah, salah satunya di lingkungan RT 18.
 
Tim juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan fasilitas umum, mulai dari sarana pendidikan hingga tempat ibadah, termasuk sebuah gereja yang berada di wilayah RT 2.
 
Di sisi lain, terdapat sejumlah tantangan yang menjadi perhatian pemerintah desa. Salah satu persoalan utama adalah ketersediaan air bersih, di mana Dusun Kedungingas sering mengalami kekeringan saat memasuki musim kemarau. Pemerintah desa pun telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendapatkan bantuan pasokan air bagi warga yang membutuhkan.
 
Permasalahan lain yang sedang diupayakan penanganannya adalah pengelolaan sampah. Saat ini, sistem yang diterapkan masih sebatas penampungan, pemilahan, dan penjualan sampah. Ke depannya, pemerintah desa berencana mengembangkan sistem yang lebih terstruktur melalui pembentukan dan penguatan lembaga bank sampah.
 
Berdasarkan hasil observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa, dan pengumpulan data langsung, tim KKN-TK 11 Universitas Bojonegoro berharap dapat merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat. Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi acuan untuk menyusun kegiatan yang tidak hanya membantu mengatasi masalah yang ada, tetapi juga mendorong pengembangan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan warga Desa Kolong secara berkelanjutan.
 
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan keterangan resmi dari perangkat desa dan hasil pengumpulan data lapangan. Pemberitaan disajikan secara objektif sesuai fakta yang diperoleh.
 
© 2026 Buru Fakta News
Dilarang menyalin tanpa izin redaksi.

Bagikan Berita Ini