BOJONEGORO – Buru Fakta News - 28 April 2026 Proyek pembangunan jembatan di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga menyoroti adanya keterlambatan dalam proses pengerjaan yang hingga kini belum selesai sesuai harapan.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan jembatan tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp3.179.172.000 yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Daerah (BKKD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025. Adapun pelaksana kegiatan tercatat sebagai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Semenpinggir.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Semenpinggir, Joko, menjelaskan bahwa keterlambatan proyek dipengaruhi sejumlah faktor di lapangan. Ia menyebut kondisi cuaca dan kendala teknis menjadi penyebab utama terhambatnya progres pembangunan.
“Selain faktor cuaca, kami juga masih menunggu ketersediaan alat berat untuk melanjutkan pekerjaan,” ujar Joko saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihak desa telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait kondisi tersebut. Menurutnya, keterlambatan pekerjaan sudah disampaikan dan masih dalam proses penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Dinas PU, belum diperoleh keterangan resmi karena pejabat terkait sedang melaksanakan agenda rapat.
Di sisi lain, seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proyek tersebut sempat berjalan, namun kemudian mengalami perlambatan. “Kalau di lapangan, pekerjaan sempat jalan, tapi ada kendala, mungkin dari cuaca atau lainnya. Jadi sekarang belum selesai,” ujarnya.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera diselesaikan, mengingat perannya yang sangat penting sebagai akses penghubung aktivitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait target penyelesaian proyek dari pihak pelaksana teknis maupun instansi terkait.
Pengamat pembangunan desa menilai bahwa transparansi dan komunikasi publik menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat memahami kendala yang terjadi serta langkah penanganan yang dilakukan.
Masyarakat pun berharap pemerintah desa bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah percepatan agar proyek dapat kembali berjalan optimal dan manfaatnya segera dirasakan oleh warga.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan papan proyek, keterangan pemerintah desa, serta hasil penelusuran lapangan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.(Andik)