BOJONEGORO – Buru Fakta News - Kabar dugaan perselingkuhan yang menyeret dua orang yang diduga sebagai karyawan di lingkungan MBG, asal Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, menjadi pembahasan hangat di media sosial dan kalangan warga sejak Minggu malam, 10 Mei 2026.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena dinilai dapat memengaruhi citra lembaga yang berkaitan dengan program pemerintah.
Kisah ini mulai ramai dibicarakan setelah seorang pria yang diduga sebagai suami dari salah satu perempuan yang terlibat melakukan penggerebekan di sebuah kamar di kawasan Jalan Pondok Pinang, Kota Bojonegoro.
Tindakan itu dilakukan setelah pria tersebut mendapatkan informasi dari sejumlah rekannya terkait dugaan hubungan terlarang yang diduga dilakukan istrinya.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun awak media dari sejumlah sumber, di lokasi tersebut terdapat dua orang yang diketahui berinisial U dan L. Keduanya disebut-sebut sebagai warga Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, dan diduga bekerja di lingkungan MBG.
Hingga saat ini, status kepegawaian dan keterkaitan keduanya dengan lembaga tersebut masih berupa informasi yang belum dikonfirmasi secara resmi.
Kabar penggerebekan itu dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warga sekitar. Banyak warga yang mengetahui kejadian ini mengaku terkejut dan menyayangkan jika dugaan perselingkuhan tersebut benar terjadi. Apalagi, nama lingkungan kerja MBG ikut disebut-sebut dalam peristiwa ini.
“Yang disayangkan itu karena membawa nama lingkungan kerja. Padahal kantor atau tempat kerja seharusnya dijaga nama baiknya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Sebagian masyarakat menilai kejadian ini bisa berdampak pada citra MBG yang selama ini dikenal sebagai bagian dari program pemerintah.
Lembaga yang bergerak di bidang pelayanan publik diharapkan memiliki karyawan yang menjaga etika dan profesionalisme.
Namun, di sisi lain, banyak warga lainnya meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi.
Mereka mengingatkan agar tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah dan tidak menyebarkan informasi yang kebenarannya belum pasti.
“Kita berharap ada klarifikasi resmi. Jangan sampai berkembang menjadi fitnah atau informasi liar yang merugikan banyak pihak,” ungkap warga lainnya.
Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi maupun pernyataan klarifikasi dari pihak manajemen MBG, pihak berwenang, maupun dari kedua pihak yang disebut dalam peristiwa tersebut.
Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan berimbang.
Peristiwa ini terus menjadi perhatian warga Bojonegoro, khususnya di wilayah Kecamatan Balen dan Desa Sidobandung.
Masyarakat berharap persoalan ini segera ditangani dengan bijak agar tidak menimbulkan kegaduhan yang berkepanjangan.