BERASTAGI – Kedatangan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono ke RS Efarina Etaham, Berastagi, pada Minggu (16/8/2026), diwarnai penyampaian kekecewaan dari orang tua siswa yang anaknya masih menjalani perawatan.
Siswa tersebut merupakan salah satu pelajar SMAN 1 Berastagi yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pertemuan tersebut, orang tua korban menyampaikan keluhan dan rasa kecewanya kepada Sudaryono. Situasi berlangsung emosional karena anak mereka masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Orang tua siswa berharap kondisi yang dialami anaknya mendapatkan perhatian serius dan penanganan yang maksimal dari pihak terkait.
Kedatangan Kepala BGN ke rumah sakit sendiri menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi siswa yang tengah menjalani perawatan serta memperoleh gambaran mengenai situasi yang terjadi di lapangan.
Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, hubungan langsung antara kondisi kesehatan siswa dengan makanan MBG belum dapat disimpulkan sebelum adanya hasil pemeriksaan medis maupun pemeriksaan sampel makanan dari pihak berwenang.
Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya terkait keamanan pangan, proses pengolahan, distribusi, hingga kondisi makanan yang diterima para siswa.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar setiap keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat dapat segera ditangani dan penyebabnya dapat diketahui secara objektif.
Redaksi masih membuka ruang bagi pihak BGN, sekolah, pengelola SPPG, tenaga kesehatan, maupun pihak lain yang berkepentingan untuk memberikan keterangan mengenai perkembangan kondisi para siswa dan hasil pemeriksaan.
Catatan Redaksi:
Pemberitaan ini menggunakan istilah “dilaporkan”, “diduga”, dan “keluhan kesehatan” karena penyebab pasti kondisi siswa masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Redaksi tidak menyimpulkan bahwa makanan MBG telah menyebabkan keracunan sebelum terdapat hasil pemeriksaan medis, laboratorium, atau keterangan resmi dari instansi berwenang.
Karena menyangkut siswa yang masih di bawah umur, identitas dan informasi pribadi pasien tidak ditampilkan secara berlebihan.
(Red.)