MAGELANG – Sebanyak 20 siswa SMPN 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, mendapat penanganan medis di RSUD Merah Putih Magelang setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (7/8/2026).
Para siswa tiba di rumah sakit secara bertahap. Menurut keterangan pihak RSUD Merah Putih, pasien pertama datang sekitar pukul 14.30 WIB, kemudian disusul pasien lainnya dalam beberapa gelombang.
Hingga pukul 17.24 WIB, tercatat 20 pasien telah mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dari jumlah tersebut, lima siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinilai memungkinkan, sementara 15 lainnya masih menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.
Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, Drg Rurit Obyantoro, menyampaikan bahwa diagnosis sementara mengarah pada dugaan food intoxication atau keracunan makanan. Namun, pihak rumah sakit menegaskan bahwa diagnosis tersebut belum menjadi kesimpulan akhir.
“Dugaan sementara untuk diagnosisnya adalah food intoxication atau dugaan keracunan makanan. Tetapi, itu masih dugaan karena perlu ada penegakan diagnosa,” ujar Rurit kepada wartawan.
Sejumlah pasien dilaporkan datang dengan keluhan mual, muntah, rasa panas pada bagian ulu hati, hingga pusing. Tingkat keluhan setiap pasien berbeda sehingga penanganan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing.
Untuk memastikan penyebabnya, pihak rumah sakit telah memperoleh sejumlah sampel dari muntahan pasien yang selanjutnya akan dikirim ke laboratorium. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan mikroorganisme atau penyebab lain yang berkaitan dengan keluhan kesehatan para siswa.
RSUD Merah Putih juga mengaktifkan prosedur penanganan khusus untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pasien. Sejumlah tenaga kesehatan dari ruangan lain dikerahkan untuk membantu pelayanan di sekitar IGD.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pasien yang datang dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan secara optimal.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Belum dapat dipastikan secara medis apakah kondisi tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
Pihak terkait diharapkan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap makanan, proses pengolahan, distribusi, hingga kondisi kesehatan para penerima manfaat untuk memastikan penyebab kejadian secara objektif.
(Red.)