TUBAN – Perselisihan yang diduga berawal dari persoalan rumah tangga berujung aksi penikaman di Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban diketahui bernama Soponyono (46), warga setempat yang disebut pernah menjabat sebagai Ketua PAC PDIP Singgahan. Ia mengalami luka pada bagian perut setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam oleh Suparman (64).
Peristiwa bermula ketika Suparman memperoleh informasi dari salah seorang warga mengenai dugaan pembicaraan Soponyono terkait persoalan rumah tangganya.
Mendapat informasi tersebut, Suparman kemudian mencari korban untuk meminta penjelasan. Keduanya akhirnya bertemu di depan sebuah warung kopi di Desa Tingkis.
Namun, pertemuan yang semula dimaksudkan untuk meminta klarifikasi justru berkembang menjadi pertengkaran.
Dalam situasi tersebut, Suparman diduga mengambil sebilah pisau yang berada di jok sepeda motor Honda Supra bernomor polisi S 5957 AP.
Pisau tersebut kemudian digunakan untuk menyerang Soponyono. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada bagian perut.
Kapolsek Singgahan AKP Rukandar membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Korban mengalami luka robek di bagian perut akibat sabetan senjata tajam jenis pisau,” ujar Rukandar, sebagaimana dikutip dari keterangan kepolisian.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera melerai keduanya dan menghubungi pihak kepolisian. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan mengamankan pihak yang diduga terlibat.
Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Suparman diamankan di Polsek Singgahan bersama barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.
Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami rangkaian kejadian serta motif yang melatarbelakangi dugaan penyerangan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan pribadi yang berkembang menjadi perselisihan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan jalur yang tepat tanpa menggunakan kekerasan.
(Red.)