PONOROGO - Buru Fakta News - Selasa, 7 Juli 2026 – Suara deru alat berat berpadu dengan semangat gotong royong terdengar di lokasi pembangunan Jembatan Garuda, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Warga setempat bahu-membahu bersama prajurit Kodim 0802/Ponorogo melaksanakan tahap pengecoran struktur jembatan hari ini.
Pembangunan infrastruktur ini menjadi harapan besar bagi masyarakat sekitar, bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan kunci untuk memperlancar mobilitas dan membuka akses ekonomi yang lebih luas.
Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, menjelaskan Jembatan Garuda nantinya berfungsi sebagai jalur alternatif strategis yang menyambungkan Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Trenggalek.
"Jembatan di Desa Tempuran ini akan menghubungkan dua kabupaten sekaligus. Nilai strategisnya sangat terasa untuk kemajuan kedua wilayah," ujarnya di lokasi kegiatan.
Diharapkan, kehadiran jembatan ini membawa dampak positif berantai bagi desa-desa di sekitarnya.
"Kami berharap kesejahteraan warga semakin meningkat. Akses yang lebih mudah akan membantu aktivitas pendidikan, pelayanan umum, hingga pengiriman hasil pertanian dan perdagangan antarwilayah," tambah Kolonel Untoro.
Proses pembangunan ini juga menonjolkan semangat kebersamaan tanpa sekat antara prajurit TNI dan warga sipil. Hal ini dinilai sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi kekuatan utama dalam setiap program pembangunan di wilayah Korem 081/DSJ.
Salah satu warga Desa Tempuran, Yanto (53), yang rutin turut membantu sejak awal pekerjaan menyampaikan rasa syukurnya.
"Terima kasih atas program Jembatan Garuda ini, inisiatif pembangunan yang sangat kami harapkan," ujar Yanto.
Ia berharap jembatan ini memangkas waktu tempuh sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas ke sekolah, pasar, lahan pertanian, maupun kantor desa.
"Ke depannya perjalanan akan jauh lebih mudah dan aman. Ini benar-benar membantu kehidupan sehari-hari kami," jelasnya.
Bagi warga Desa Tempuran, Jembatan Garuda bukan hanya bangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan dan jalan menuju kemajuan bagi masyarakat Ponorogo maupun Trenggalek.
Sumber: Tim Redaksi