🔥 Breaking News
Update berita nasional • Politik • Hukum • Kriminal • Daerah • Internasional • Ekonomi • Cepat • Akurat • Terpercaya • Update berita nasional • Politik • Hukum • Kriminal • Daerah • Internasional • Ekonomi • Cepat • Akurat • Terpercaya •

Dugaan Perundungan di SMPN 1 Blora, Siswa Disebut Alami Luka hingga Dirawat di Rumah Sakit


BLORA – Dugaan perundungan terhadap seorang siswa SMPN 1 Blora menjadi perhatian setelah korban disebut mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan pengacara Blora, Danu Sukoco. Menurut keterangannya, dugaan perundungan terjadi dalam dua kejadian yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu di awal Agustus 2026.

Sebelum dugaan pemukulan terjadi, korban disebut sempat mengalami aksi kejahilan dari teman-temannya. Salah satu kejadian disebut berupa gayung berisi air yang diletakkan di atas pintu dan kemudian mengenai seseorang yang membuka pintu.

Menurut Danu, korban kemudian melakukan tindakan serupa, meski disebut tidak mengetahui siapa yang terkena jebakan tersebut.

Persoalan kemudian berlanjut. Berdasarkan keterangan yang diterima Danu, korban diduga mengalami pemukulan pada hari berikutnya dan kembali mengalami kekerasan pada keesokan harinya.

"Setelah itu pada hari Jumat korban dipukuli. Besoknya lagi dicari temannya, kemudian dipukuli dan ditendang lagi," ujar Danu.

Akibat kejadian tersebut, korban disebut mengalami sejumlah luka dan memar. Bagian bibir korban bahkan dikabarkan mendapat jahitan dan korban kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT.

Danu juga menyebut terdapat siswa lain yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Namun, mengenai peran masing-masing siswa serta kronologi secara lengkap masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada Polres Blora untuk mendapatkan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sunaryo membenarkan adanya peristiwa seorang siswa yang dipukul oleh teman sekolahnya. Namun, pihaknya meminta agar kronologi kejadian didalami secara menyeluruh sehingga informasi yang diperoleh tidak hanya berasal dari satu pihak.

"Kemarin saya minta bapak ibu guru hadir ke rumah korban, bertemu orang tua untuk menyampaikan kronologi kasus yang sebenarnya agar informasinya seimbang," jelas Sunaryo.

Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial Kabupaten Blora juga telah mendatangi kediaman korban. Langkah tersebut dilakukan untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga, sekolah, serta pihak-pihak terkait guna mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

Pihak terkait diharapkan dapat menangani perkara tersebut dengan mengutamakan perlindungan terhadap anak, pendalaman fakta secara objektif, serta penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku.

Redaksi masih membuka ruang klarifikasi bagi pihak sekolah, orang tua siswa, maupun pihak lain yang berkepentingan untuk memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.

(Red.)
Lebih baru Lebih lama